Langsung ke konten utama

Bagaimana Memelihara Keteguhan Diri ?



Tahukah Anda, ternyata teramat banyak orang yang meracuni dirinya sendiri dengan pikiran-pikiran beracun, pengaruh-pengaruh beracun, dan hubungan-hubungan beracun ?

Terlepas dari mana sumbernya, tampaknya diri kita sendirilah yang paling bertanggung jawab atas racun-racun tersebut. Kitalah yang justru paling sering “menyuntikkan” racun-racun tersebut ke dalam diri kita sendiri.

Sepanjang waktu, diri kita sendiri yang paling tekun memasukkan racun-racun tersebut ke dalam kehidupan kita. Seiring waktu, racun-racun itu menumpuk dalam diri kita, dan uniknya menjadi identitias diri kita. Pribadi kita di mata orang lain identik dengan racun-racun itu sendiri.

Terhadap apapun yang kita alami, tampaknya kita juga selalu memancarkan racun-racun tersebut. Dalam setiap apa yang kita jalani, kita selalu memperlihatkan racun-racun tersebut. Seakan tak cukup, saat bergaul dengan orang-orang lain, kita membagi racun-racun tersebut. Sadar atau tak sadar, kita tumbuh menjadi orang yang beracun dalam kehidupan orang lain.

Kita menebarkan racun tersebut bukan hanya ke dalam kehidupan kita, namun juga ke dalam kehidupan orang lain disekitar kita. Seperti tokok Midas dalam dongeng dimana yang disentuhnya berubah menjadi emas, setiap yang kita sentuh berubah menjadi racun, baik buat diri kita sendiri maupun buat orang lain.

Tanpa kita sadari, berlimpahnya racun-racun yang kita “suntikkan” ke dalam diri kita membuat setiap atom keberhasilan tak mungkin hidup dalam kehidupan kita. Racun-racun itu menggelapkan kehidupan kita dan menciptakan kubah pelindung yang menolak setiap butir keberhasilan untuk masuk ke dalam kehidupan kita.

Uniknya, racun-racun dalam diri kita justru semakin bertambah pekat lagi seiring dengan kegagalan demi kegagalan yang kita alami. Semakin bertambah kegagalan dalam kehidupan kita, semakin bertambah racun-racun yang beredar dalam kehidupan kita.
Apa sajakah racun-racun yang kita suntikkan ke dalam diri kita ? Berikut contoh pikiran beracun yang sering kita tebarkan dalam ruang kehidupan kita :
a. Belum berbuat apa-apa sudah bilang, “Kalau nanti gagal, gimana ?”
b. Bagaimana mungkin aku bisa berhasil ?
c. Bagaimana aku seberuntung orang lain ?
d. Apa hanya anak orang kaya yang bisa jadi kaya ?

Mari kita basmi racun-racun yang ada pada diri kita. Mulai sekarang dan selalu optimis, jangan jadikan pesimis sebagai teman dekat Anda, semoga kesuksesan segera Anda raih !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SMP Muhammadiyah Plus Batam Kota

SMP Muhammadiyah Plus Batam Kota merupakan salah satu sekolah favourit yang ada di Batam Kota. Dimulai didirikan pada tahun 2013 dengan jumlah siswa tahun pertama sebanyak 7 siswa. Sudah 2 kali pergantian kepala sekolah, yang pertama yaitu Ms.Heny Kusdiyanti, S.Pd.,M.M dan disusul oleh Ms.Ani Hidayatin, S.Pd.,M.M. Pada tahun kedua yaitu 2014/2015 jumlah siswa mengalami peningkatan yaitu 53 siswa, disusul tahun ke-3 sebanyak 103 siswa dan tahun ke-4 155 siswa. Dengan jumlah 6 rombel secara keseluruhan. SMP Muhammadiyah Plus Batam Kota tidak bisa dilepaskan oleh SD Muhammadiyah Plus yang masih satu atap. Ditambah keakraban gurunya yang masih ada guru paralel. Sekolah ini diminati karena unggul pada agama, akhlak dan tak ketinggalan bahasa Inggris nya. Itulah mengapa sekolah ini masih menjadi sekolah favourit di kawasan Batam Kota.

ENGLISH Nouns That Have The Singular and Plural Alike (Kata Benda Yang Memiliki Bentuk Plural Sama Dengan Singular)

Singular Plural apparatus apparatus cannon cannon cattle cattle cod cod deer deer equipment equipment furniture furniture fish fish (of the same kind) fishes (of different kinds) gross gross grouse grouse heathen heathens (no “s” when used with definite article “the”, eg The heathen) salmon salmon scenery scenery score score sheep sheep swine swine trout trout

Menangkan Persaingan Global

Kemampuan berbasa Inggris memang kudu dimiliki para mellenials agar bisa bersaing secara global. Tidak hanya untuk bekerja di perusahaan level nasional dan internasional, tapi juga untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Secara internasional, kemampuan Bahasa Inggris seseorang ditandai dengan adanya sertifikat ujian baik International English Language Testing System (IELTS), Test of English for International Communication (TOEIC), Test of English as a Foreign Language (TOEFL) paper based, dan TOEFL-iBT (internet Based Test). Masing-masing tes ini diperuntukan untuk tujuan berbeda-beda. Jika tujuannya untuk bekerja, maka biasaynya sertifikat yang diperlukan adalah TOEIC dan TOEFL paper- based. Sementara untuk melanjutkan pendidikan, mayoritas universitas di luar negeri meminta sertifikat IELTS atau TOEFL-iBT. Untuk skor nilai minimal, tentunya sangat bervariasi tergantung kebutuhan perusahaan dan kampus. Biasanya, pekerjaan atau kuliah di bidang sosial yang banyak berhubungan ...